<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>faridaonline</title>
	<atom:link href="http://faridaonline.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://faridaonline.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com site</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2012 08:53:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='faridaonline.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>faridaonline</title>
		<link>http://faridaonline.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://faridaonline.wordpress.com/osd.xml" title="faridaonline" />
	<atom:link rel='hub' href='http://faridaonline.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Sukses = 99%kerja keras + 1%bakat</title>
		<link>http://faridaonline.wordpress.com/2012/01/27/sukses-99kerja-keras-1%bakat/</link>
		<comments>http://faridaonline.wordpress.com/2012/01/27/sukses-99kerja-keras-1%bakat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 08:53:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jundiumi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faridaonline.wordpress.com/?p=209</guid>
		<description><![CDATA[Solo, 22 januari 2010 Menentukan visi dan misi kehidupan, suatu hal yang sederhana namun tak mudah. Seringnya kita belum paham dengan apa yang menjadi visi dan misi hidup kita, sehingga di perjalanan kita merasa hampa, bingung, dan akhirnya memutuskan untuk mengalir saja. Menjadi orang yang mengalir, memang suatu kehidupan yang terkesan enak. Bisa diibaratkan seperti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faridaonline.wordpress.com&amp;blog=22379692&amp;post=209&amp;subd=faridaonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Solo, 22 januari 2010<br />
Menentukan visi dan misi kehidupan, suatu hal yang sederhana namun tak mudah. Seringnya kita belum paham dengan apa yang menjadi visi dan misi hidup kita, sehingga di perjalanan kita merasa hampa, bingung, dan akhirnya memutuskan untuk mengalir saja. Menjadi orang yang mengalir, memang suatu kehidupan yang terkesan enak. Bisa diibaratkan seperti mengarungi sungai layaknya sedang berafting ria, mengalir begitu saja dan menikmati perjalan dengan berbagai sensasinya. Yach…mungkin mengalir yang seperti itu yang kadang kita harapkan. Santai, ngikut arus, tapi sampai tujuan tanpa tenaga yang habis terkuras. Namun jika kita tak pernah punya tujuan yang pasti, apa mungkin kita bakalan menikmati semuanya? Mungkin perjalanannya kita nikmati, namun setelah sampai dititik akhir, kita justru bingung karena telah terlalu jauh, atau mungkin malah jadi tersesat entah dimana dan akhirnya justruh kita harus bekerja keras untuk kembali ke titik semula. Sehingga kesimpulannya, non sense..tak ada gunanya malah justruh membuat pekerjaan baru yang berat dan pastinya buang2 waktu.<br />
Kita seringkali tak menyadari tujuan hidup kita yang terbatas itu untuk apa. Tak memahami hal2 yang ingin kita capai dalam kehidupan yang Cuma sebentar ini apa, tak mengerti tujuannya apalagi jalan menujunya. Seperti orang mabuk yang jalannya ngelantur asal, bicaranya tak ada makna, dan bahkan seluruh perbuatannya tak berorientasi hasil sama sekali. Sungguh kasian jika kita masih seperti itu.  Bukankah kita diciptakan bukan karena tanpa maksud? Bukankah setiap yang diciptakan itu pasti karena ada sebab penciptaan? Orang pintar menciptakan mesin2 bergerak seperti mobil dan sebagainya untuk mempermudah pekerjaan, pendeknya setiap yang diciptakan itu pasti memiliki tugas tertentu yang sudah dirancang oleh yang menciptakan. Jika kemudian apa yang dibuat atau diciptakan tak berfungsi sebagaimana tujuan ia diciptakan, maka pastinya si pencipta tak akan menyukai ciptaannya.<br />
Begitu pun kita manusia, tidak diciptakan tanpa tujuan apa2. Kalo kita mau kembali bertanya, sebenarnya aku diciptakan untuk apa, maka tentunya kita akan tergerak mencari tahu hakekat kita diciptakan. Sebagai seorang muslim, kita diberitahu oleh Al Quranul karim bahwa kita dan segenap mahluk di jagad raya diciptakan tak lain dan tak bukan hanya untuk BERIBADAH kepada sang pencipta, Allah azza wa jalla. Maka itulah titik tujuan kita yang harus kita tuju, dengan jalan yang kita tau tentu dengan ilmu. Mungkin ada jutaan jalan menuju kesana. Berbagai jalan itu mungkin bisa kita lalui, namun pastinya kita akan mencari jalan yang paling efektif untuk ke sana. Ingat, jalan yang efektif, Bukan jalan pintas. Seperti ketika kita dari solo mau ke Jakarta, kita harus tau rute jalan yang efektif dan efisien untuk menuju Jakarta. Tentunya jika kita tau ilmunya, kita tak akan dengan konyolnya ke Surabaya dulu kemudian menyusuri jalur pantura menuju Jakarta. Seperti itulah hakekat perjalanan hidup kita.<br />
Kadang2 kita sudah terlalu lelah berjalan, namun belum juga tau kemana tujuan yang akan kita tuju. Jika sudah begitu maka perjalanan hidup yang telah kita lewati terasa seperti sia2 dan tanpa manfaat sama sekali. Dititik sadar itulah kita akan merasakan kehampaan, dan klimaksnya mungkin kita benar2 merasa lelah dengan apapun yang telah kita jalani selama hidup kita. jika kalian pernah merasa begitu, yuk segera tersadar dan kembali berjalan. Tapi tentunya jalan yang selamat, bukan jalan yang belum jelas tujuannya. Dapet inspirasi ketika baca sebuah buku, bukunya mbak Afifah Afra. Hal pertama yang mesti kita lakukan adalah menentukan tujuan yang akan kita capai, baru kemudian kita tentukan cara menujunya. Apakah kita mau ngalir, ngikutin arus dan menikmati perjalanan dengan berbagai sensasi rasa? Atau mungkin jika kita dibawah, artinya tidak memungkinkan untuk mengalir (karena untuk mengalir mengikuti arus, kita butuh di posisi tinggi. Kan air pasti mengalirnya kebawah bukan keatas) kita akan memilih jalan. Sekali lagi, jalan ini tentunya banyak seperti yg kita bahas di awal. Apakah kita mau menempuh jalan yang terjal tapi cukup dekat, muter agak jauh tapi landai dan mulus, atau kita justru memilih untuk melawan arus? Wah,,tentu itu akan kita tentukan berdasarkan potensi yang kita miliki juga.<br />
Mungkin saat ini kita belum menemukan hakikat kita hidup, visi yang ingin kita capai dan misi yang akan kita bawa dan gunakan seperti apa. Jangan bersedih kawan, karena tak ada kata terlambat untuk memulai. Lakukan sekarang, dengan bismillah…sadari hakikat hidup kita sebagai hamba Allah, kemudian jadikan itu sebagai visi utama kita. kemudian jadikan setiap cita2 kita sebagai misi atau cara yang akan kita gunakan untuk menuju ke tujuan utama kita yaitu mengabdi pada Allah ta’ala. Semoga kita diberi kekuatan dan kemudahan dalam menemukan pencerahan, menemukan visi utama kita, sukses meraihnya dengan misi yang kita tentukan, dan sukses dunia akhirat. Kata Tomas Alfa Edison: “ Kesuksesan itu 99% kerja keras dan 1% bakat”. Jadi tak perlu kawatir jika kita merasa menjadi orang dengan bakat nol alias nggak punya bakat sama sekali pun, karena bakat hanya menyumbang 1% untuk kesuksesan kita meraih mimpi.<br />
Dan sekarang, buat dan tentukan aliran untuk menuju visi hidup mu, kemudian mengalirlah dengan damai, serta nikmati setiap sensasi dari perjalan hidup mu yang mengalir seperti air. Oke?? Fighting…Semangat..!!!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faridaonline.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faridaonline.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faridaonline.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faridaonline.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/faridaonline.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/faridaonline.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/faridaonline.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/faridaonline.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faridaonline.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faridaonline.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faridaonline.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faridaonline.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faridaonline.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faridaonline.wordpress.com/209/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faridaonline.wordpress.com&amp;blog=22379692&amp;post=209&amp;subd=faridaonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faridaonline.wordpress.com/2012/01/27/sukses-99kerja-keras-1%bakat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b6b09255787f545ee42c11d9ad198cd9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jundiumi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sanguinis</title>
		<link>http://faridaonline.wordpress.com/2012/01/21/sanguinis/</link>
		<comments>http://faridaonline.wordpress.com/2012/01/21/sanguinis/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Jan 2012 08:51:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jundiumi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dailiy Need]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faridaonline.wordpress.com/?p=204</guid>
		<description><![CDATA[Solo, 20 januari 2012 Bercerita tentang sanguinis. Hmmm,,,pasti nggak asing bagi anak psikologi, tapi bagi yang diluar forum (orang2 yang bidang konsennya bukan di psikologi) mungkin kata itu masih lumayan asing. But, it’s oke. Nggak masalah meski bukan orang psikologi, kalo pengen tau sedikit tentang dunia kejiwaan yang abstrak dan kesannya mengada2, kita bisa share [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faridaonline.wordpress.com&amp;blog=22379692&amp;post=204&amp;subd=faridaonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Solo, 20 januari 2012<br />
Bercerita tentang sanguinis. Hmmm,,,pasti nggak asing bagi anak psikologi, tapi bagi yang diluar forum (orang2 yang bidang konsennya bukan di psikologi) mungkin kata itu masih lumayan asing. But, it’s oke. Nggak masalah meski bukan orang psikologi, kalo pengen tau sedikit tentang dunia kejiwaan yang abstrak dan kesannya mengada2, kita bisa share di sini. Hehehe…maklum, baru semangat2 nya untuk kejar setoran, eh kejar target nulis.<br />
Sanguinis adalah salah satu dari empat jenis kepribadian menurut teori…emm,,,siapa ya? Wah, gawat. Ketauan nih kalo referensinya kacau. Tapi insyaallah emang bener ada tokoh psikologi yang bertanggung jawab dengan teori pembagian jenis kepribadian manusia tersebut koq, Cuma aku bener2 lupa nama si tokoh. Maklum, aku berkepribadian sanguinis yang salah satu kelemahannya adalah mengingat nama (hehehe,,,nyari alibi). Oke, lanjut ke empat jenis kepribadian yang setelah dicek ternyata menurut Florence Littauer yang menggolongkan kepribadian menjadi empat jenis yaitu sanguinis, koleris, plekmatis, dan melankolis. Hmm,,,aneh ya nama2nya. Mungkin yang sedikit memunculkan gambaran di benak kamu adalah jenis kepribadian melankolis, karena seringnya kita memakai kata melankolis dalam istilah sehari2. Kali ini kita bahas dulu yang pertama, sanguinis.<br />
Sanguinis punya kemampuan verbal yang oke. Emm,,mungkin kalo dites multiple intelegence, si sanguinis akan memiliki word smart yang bagus. Selain itu, sanguinis adalah pribadi yang ekstrover, sehingga perpaduan dari kedua potensi itu menyebabkan si sanguinis menjadi seorang yang amat suka bergaul dan bercerita panjang lebar, bertele2, ya…kurang lebih seperti aku ini. Coba, pasti kamu heran sama aku yang dari tadi mau ngomongin tentang sanguinis aja, bisa mrepet kemana2 ngomongnya. Yach begitulah sifat sanguinis. Seorang yang sanguinis merupakan pribadi yang menarik (nggak sombong ya, nggak sombong,,) karena sifatnya yang lugu dan polos, serta tulus. Sifatnya yang naïf, alias polos abies..membuat sanguinis selalu terkesan childist, karena itu orang2 disekitarnya akan menaruh iba dan sayang jika harus melihat si sanguinis tersakiti atau kecewa. Hehehe…orang2 di sekitar sanguinis terutama orang2 yang punya sifat plegmatis (yang mudah terbujuk dan terbawa suasana) akan dengan rela melakukan hal2 yang kadang tak ingin dilakukan, demi melihat senyum riang si sanguinis. Sanguinis adalah seorang pencetus ide2 brilian, karena ia adalah seorang eksplorator yang rasa ingin taunya begitu besar dan nggak akan pernah bisa terpuaskan. Bila dalam pekerjaan, maka sanguinis merupakan sosok sukarelawan untuk tugas apapun, selalu punya ide2 baru, kreatif dan inovatif, cemerlang, energik, dan bisa membuat orang lain ikut bekerja dengannya. Sebagai seorang teman, ia adalah tipe teman baik. Sifatnya yang mudah bergaul, mudah mencintai, suka dipuji, menyenangkan, tidak pendendam, mudah minta maaf, spontan dan tidak membosankan.<br />
Namun sebagai mahluk, teteplah,,sanguinis juga punya segudang kelemahan. Kadang2 karena kegemarannya bersenang2 dan karena ia memiliki kepribadian yang memikat, si sanguinis sering kali sombong. Ia tak percaya kalo dirinya mampu melakukan kesalahan. Gila kan si sanguinis ini, syetan aja mahluk yang dicap sebagai mahluk paling sombong di jagad raya, mau mengakui kesalahannya, tapi gimana dengan si sanguinis? Kadang2 karena sifatnya yang suka bicara menjadikan sanguinis amat sangat cerewet, bertele2, dan tak jarang membesar2kan masalah. Sanguinis juga punya kelemahan daya ingat, terutama untuk mengingat nama. Karena sifatnya yang meluap2, sanguinis juga cenderung kurang peka, sulit mendengarkan, kurang perhatian terhadap orang lain, dan bahkan tak jarang tega menyela pembicaraan orang. Selain itu sanguinis merupakan pribadi yang kurang tertib dan selalu kekanak2an. Sanguinis merupakan seorang yang mudah patah hati oleh kritikan orang lain, namun ia cepat melupakan apapun termasuk sakit hati karena kritikan.<br />
Sebenarnya dalam diri seseorang memungkinkan punya sifat2 yang ada dalam beberapa tipe kepribadian yang berbeda. Namun pasti ada salah satu sifat kepribadian yang dominan, sehingga seseorang akan dimasukkan dalam tipe kepribadian tertentu. And than, apapun tipe kepribadian kita, itu adalah sesuatu yang dapat kita jadikan bekal untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari. Kita bisa optimalkan apa yang menjadi potensi positif kita dan kita bisa minimalisir kelemahan kita dengan senantiasa belajar dan belajar baik dari orang lain, lingkungan, maupun dari pengalaman kita sendiri.<br />
<a href="http://faridaonline.files.wordpress.com/2012/01/sponge-bob2.jpg"><img src="http://faridaonline.files.wordpress.com/2012/01/sponge-bob2.jpg?w=645" alt="" title="sponge bob"   class="alignleft size-full wp-image-207" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faridaonline.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faridaonline.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faridaonline.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faridaonline.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/faridaonline.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/faridaonline.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/faridaonline.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/faridaonline.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faridaonline.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faridaonline.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faridaonline.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faridaonline.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faridaonline.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faridaonline.wordpress.com/204/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faridaonline.wordpress.com&amp;blog=22379692&amp;post=204&amp;subd=faridaonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faridaonline.wordpress.com/2012/01/21/sanguinis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b6b09255787f545ee42c11d9ad198cd9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jundiumi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://faridaonline.files.wordpress.com/2012/01/sponge-bob2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sponge bob</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Janji-janji dan Revisi</title>
		<link>http://faridaonline.wordpress.com/2012/01/03/janji-janji-dan-revisi/</link>
		<comments>http://faridaonline.wordpress.com/2012/01/03/janji-janji-dan-revisi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2012 23:45:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jundiumi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faridaonline.wordpress.com/?p=193</guid>
		<description><![CDATA[(posting catatan lama) Solo, 22 desember 2011. Ku awali curhat hari ini dengan ketawa ngikik dulu, ckikiki…! Inget tragedy siang kemaren saat mau sholat. Aku nyeletuk sama aniq,”eh besok hari ibu ya..” dengan pede aku bicara nggak pake aturan stt,stt. Padahal di depan banyak sekali orang asing yang entahlah mau pada kemana, tapi nampaknya diatas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faridaonline.wordpress.com&amp;blog=22379692&amp;post=193&amp;subd=faridaonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>(posting catatan lama)<br />
Solo, 22 desember 2011.<br />
Ku awali curhat hari ini dengan ketawa ngikik dulu, ckikiki…! Inget tragedy siang kemaren saat mau sholat. Aku nyeletuk sama aniq,”eh besok hari ibu ya..” dengan pede aku bicara nggak pake aturan stt,stt. Padahal di depan banyak sekali orang asing yang entahlah mau pada kemana, tapi nampaknya diatas ada acara untuk para dosen. Aniq menyanggah ku, membuat ku malu seketika “heh, ngaco…udah kemaren kali..”. sontak aku malu”hah, iya tho?” sambil ngikik malu aku berhaha hihi, mentertawakan kebodohan ku yang nggak ketulungan.<br />
Masalah prosesi, hari-hari istimewa, dan lain yang berhubungan dengan tanggal, memang perkara yang sulit untuk ku tandai. Aku selalu tak mengerti bagaimana mereka mengingat tanggal-tanggal aneh tersebut. mungkin jika setahun ada seribu hari, akan ada seribu peringatan juga kali. Hari ulang tahun, hari pahlawan, hari aids, hari ibu, hari relawan, hari pramuka, hari upacara, hari valentine, dan hari-hari peringatan aneh lainnya. Aku bingung bagaimana mengingat itu semua. Aku hanya ingat hari raya iedul fitri saja, itupun karena ngitung puasa romadhon, hari tahun baru karena malamnya pasti rame suara terompet dan kembang api yang ku suka. Hari-hari lain tak pernah ku ingat sebelum ada yang mengingatkan. Kadang-kadang hari ulang tahun ku saja aku lupa. Hfff…<br />
Mungkin rejeki ku memang bukan di hari-hari peringatan. tak apalah, karena mungkin Allah ingin membuat ku nyaman dengan semua hari, nggak lebay dengan peringatan-peringatan.<br />
Ini pukul 2.40 WIB dini hari. Eh, dini atau sudah agak dewasa ya? Yach,,pokoknya pagi hampir menjelang beberapa jam lagi. Winamp dan secangkir white coffe (puih,,apa itu? rasanya sama anehnya dengan kopi hitam) masih setia menemani ku ngetik. Ngetik apa aja, mulai dari skripsi, hingga ngelantur kemana-mana. Tapi satu hal diawal membuat ku sedikit merasakan cles di hati. Ckikikik…cles lega, karena aku sudah menyelesaikan revisian yang beberapa minggu ini menghantui ku. Entah kenapa, aku begitu sulit memainkan kata-kata, sampai sama sekali tak muncul ide untuk membahas beberapa bahasan tambahan yang diminta dosen. Tapi malam ini selesai. Saya suka, saya suka…:D<br />
Rencana esok pagi banyak rupanya. Janjian ketemuan dengan anak stain yang minta bantu olah data. Janjian ketemu puri yang mau sharing tentang skala, janji motocopiin skripsi mbak nila yang lagi sakit, janjian sama temen2 ngaji buat masak bareng, janji sama aniq mau bikinin pudding coklat buat buka puasanya besok, janjian sama temen-temen mentoring buat buka bersama. Wow…banyak janji pendek untuk besok. Baiklah, baiklah…<br />
Hari ini aku merasa Allah begitu mencintai ku dengan riak-riak bahagia di hati ku. Segala hal mudah untuk dijadikanNya sumber kebahagiaan bagi hambaNya. Aku merasa begitu gampang dibahagiakan, oleh uang (hahaha…jadi malu). Pagi-pagi sudah spot jantung dengan masalah presensi, tapi Alhamdulillah justru itu yang membawa ku ke pak jam dan mendapat rejeki tambahan. Reward asisten, meski tak seberapa tapi cukup menghibur kantong ku. Tak lama ditangan, rupanya harus berpindah ke yang lain. Ku tukar uang itu dengan sebuah tas pesanan yang sudah lumayan lama ku pesan. Kalo sudah rejeki, ada aja jalannya, hehehe…punya tas baru dech!!<br />
Seharian berjibaku dengan tugas sebagai asisten, cukup menguras energy. Tapi tidur beberapa menit membuat ku segar lagi, dan aku bertahan hingga sekarang, 3 jam meninggalkan hari ini, kamis 22 desember 2011. Sekitar 100 lagu winamp telah menemani malam ku yang terang. Rupanya mata ku belum mau terantuk, masih dengan gagah menatap layar monitor laptop ku.<br />
Kehidupan begitu sayang untuk ditangisi. Namun kadang-kadang kita harus menangis untuk menunjukkan ketundukkan kita pada sang pencipta. Meski harus sekuat tenaga kita halau segala kesulitan dan cobaan yang menerjang, tapi tak apalah kadang-kadang menangis. Allah cinta pada hamba yang cengeng di hadapanNya, yang meminta dengan penuh iba, yang menyesal dengan penuh ratap, dan mengakui kelemahan diri di hadapanNya. Ketika yang lain sedang tak melihatnya, ketika yang lain sedang terbuai dengan  mimpi, ketika yang lain sedang menikmati hangat selimutnya, ketika yang lain sedang dititik bawah sadar kehidupannya, seorang hamba bermunajat, menyatakan cintanya pada Robbnya.<br />
Ini waktu itu. Meski tak sedang diperbolehkan untuk bersujud pada Nya dalam tahajud, namun aku yakin Allah maha mendengar ku. Ya Allah,ampuni aku…<br />
Hfff…kadang-kadang kita juga boleh menyesal. Tapi segeralah bangkit dan tunjukan penyesalan itu dengan perbaikan. Jika Allah masih memberi nafas, berarti kita masih boleh revisi. Meski kadang-kadang revisi itu membingungkan tapi itu yang akan membersihkan kita, memperbaiki yang jelek-jelek dari kita.<br />
Hari ini, target ku adalah memenuhi janji-janji dan tambah satu lagi, mengumpulkan revisi ke bu anti dan bu hertin. Xixi…indahnya rencana ku hari ini, siapkan ceklist, dan Go!!!Bismillah….</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faridaonline.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faridaonline.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faridaonline.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faridaonline.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/faridaonline.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/faridaonline.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/faridaonline.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/faridaonline.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faridaonline.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faridaonline.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faridaonline.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faridaonline.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faridaonline.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faridaonline.wordpress.com/193/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faridaonline.wordpress.com&amp;blog=22379692&amp;post=193&amp;subd=faridaonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faridaonline.wordpress.com/2012/01/03/janji-janji-dan-revisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b6b09255787f545ee42c11d9ad198cd9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jundiumi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tentang Rasa</title>
		<link>http://faridaonline.wordpress.com/2011/11/02/tentang-rasa/</link>
		<comments>http://faridaonline.wordpress.com/2011/11/02/tentang-rasa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Nov 2011 03:30:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jundiumi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faridaonline.wordpress.com/?p=181</guid>
		<description><![CDATA[Aku tak banyak mengerti tentang apa yang sedang terjadi dengan hati ku. Yang ku tau ia hanya sedang memerah jambu, mungkin terluka hingga berwarna begitu, mungkin juga tercemar oleh limbah hati, mungkin limbah nafsu, mungkin juga limbah mata. Begitu sulit aku untuk mendefinisikan apa itu cinta, karena yang ku tau cinta bukanlah sebuah kehinaan. Aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faridaonline.wordpress.com&amp;blog=22379692&amp;post=181&amp;subd=faridaonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku tak banyak mengerti tentang apa yang sedang terjadi dengan hati ku. Yang ku tau ia hanya sedang memerah jambu, mungkin terluka hingga berwarna begitu, mungkin juga tercemar oleh limbah hati, mungkin limbah nafsu, mungkin juga limbah mata. Begitu sulit aku untuk mendefinisikan apa itu cinta, karena yang ku tau cinta bukanlah sebuah kehinaan. Aku dicintai oleh orang2 yang mencintai ku (orang2 disekitar ku), ibu begitu mencintai ku, ibu mencintai anak2nya dan juga suaminya, bapak. Itu semua bukanlah hal yang menghinakan kata &#8220;cinta&#8221;. Namun aku merasa menjadi hina karena mencintai. Apa yang salah dengan ku? Kenapa tiba2 kata &#8220;cinta&#8221; begitu terkesan hina ketika ku sandang. Mungkin karena cinta ku tercampur oleh nafsu, sehingga rasa cinta itu jadi tak sehat.<br />
Aku paham betul apa yang ku lakukan, aku mengerti namun tak tau kenapa bisa begini. Aku sering bertanya, kapan ini semua berakhir dengan sebuah kelegaan, bukan sakit hati, bukan ganjalan, bukan menghindar yang tak membuat semua menepi, bukan.<br />
aku tau fatimah ra menanti ali ra, sehingga ali datang dan mereka saling mencintai di jalan ketaatan. Aku yakin fatimah telah mencintai ali sebelum akhirnya penentiannya berakhir. Itu berarti tak ada yang salah dengan mencintai, karena wanita yang dinobatkan sebagai penghulu surga kaum wanita pun pernah mencintai seorang yang bukan siapa2nya. Lalu apa yang salah dengan ku yang mencintainya? apa yang berbeda dengan ku dan fatimah? aku menantinya datang, seperti fatimah menanti ali. semua memang tanpa sebuah kepastian, dan mungkin kesalahan ku karena aku tak pernah membuka hati ku untuk yang lain, hingga aku kadang merasa bodoh dengan hal itu. karena jika semua tak seperti harapan ku, maka hanya aku yang akan hancur.<br />
seringkali aku kecut membayangkan setiap kemungkinan buruk yang mungkin menerpa kami, aku dan dia. Mungkin ia tak tau, mungkin ia tak sepeka yang ku harapkan, mungkin memang beginilah kiprahnya sebuah penantian pada mahluk. semua akan indah pada waktunya, namun aku tak pernah bisa menebak kapan waktu itu datang. aku percaya, semua akan berakhir, namun kapan akhir itu aku belum melihat ujung nya.andai saja dia tau, kalo aku tak pernah membayangkan apa jadinya aku jika ia tak pernah mengerti akan hati ku&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faridaonline.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faridaonline.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faridaonline.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faridaonline.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/faridaonline.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/faridaonline.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/faridaonline.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/faridaonline.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faridaonline.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faridaonline.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faridaonline.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faridaonline.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faridaonline.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faridaonline.wordpress.com/181/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faridaonline.wordpress.com&amp;blog=22379692&amp;post=181&amp;subd=faridaonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faridaonline.wordpress.com/2011/11/02/tentang-rasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b6b09255787f545ee42c11d9ad198cd9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jundiumi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Recently (akhir-akhir ini)</title>
		<link>http://faridaonline.wordpress.com/2011/10/31/recently-akhir-akhir-ini/</link>
		<comments>http://faridaonline.wordpress.com/2011/10/31/recently-akhir-akhir-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Oct 2011 06:52:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jundiumi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faridaonline.wordpress.com/2011/10/31/recently-akhir-akhir-ini/</guid>
		<description><![CDATA[akhir-akhir ini, aku pulang terlalu sore akhir-akhir ini, tas ku doubel bawaan ku banyak akhir-akhir ini, jam tidur ku kayak kuli akhir-akhir ini, mata ku burem kalo liat orang semua terlihat jelek akupun jadi tak berminat untuk melihat apa2 apalagi untuk fokus pada mereka akhir-akhir ini aku suka bicara sendirian kata aniq, kesambet setan statistik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faridaonline.wordpress.com&amp;blog=22379692&amp;post=180&amp;subd=faridaonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>akhir-akhir ini, aku pulang terlalu sore<br />
akhir-akhir ini, tas ku doubel bawaan ku banyak<br />
akhir-akhir ini, jam tidur ku kayak kuli<br />
akhir-akhir ini, mata ku burem kalo liat orang semua terlihat jelek<br />
akupun jadi tak berminat untuk melihat apa2<br />
apalagi untuk fokus pada mereka</p>
<p>akhir-akhir ini aku suka bicara sendirian<br />
kata aniq, kesambet setan statistik<br />
bolak-balik baca buku tak ada hasil<br />
buka web, ngga&#8217; ada yg bisa menjawab pertanyaan ku</p>
<p>akhir-akhir ini, aku mencoba mentertawakan kesulitan ku<br />
tapi jadinya malah jayus<br />
humor yang tak sehat<br />
ah, sudahlah</p>
<p>akhir-akhir ini, aku terbayang-bayang angka2 di kalender<br />
entah kenapa mereka begitu senang mengusik hidup ku<br />
mencoba untuk cuek sama mereka<br />
tapi kenyataan aku tak bisa</p>
<p>baiklah,,,ini akan segera berakhir<br />
liat aja besok<br />
tak adalagi pulang sore2<br />
tak adalagi tas doubel, bawaan banyak<br />
tak ada lagi jam tidur kuli<br />
tak ada lagi mata burem<br />
tak ada lagi bicara sendiri<br />
tak ada lagi humor tak sehat<br />
tak ada lagi kalender horor<br />
karena SKRIPSI&#8230;.<br />
haha.. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faridaonline.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faridaonline.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faridaonline.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faridaonline.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/faridaonline.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/faridaonline.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/faridaonline.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/faridaonline.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faridaonline.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faridaonline.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faridaonline.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faridaonline.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faridaonline.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faridaonline.wordpress.com/180/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faridaonline.wordpress.com&amp;blog=22379692&amp;post=180&amp;subd=faridaonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faridaonline.wordpress.com/2011/10/31/recently-akhir-akhir-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b6b09255787f545ee42c11d9ad198cd9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jundiumi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jalan-jalan sesi ke 2 Geng &#8220;Colut&#8221;</title>
		<link>http://faridaonline.wordpress.com/2011/10/02/jalan-jalan-sesi-ke-2-geng-colut/</link>
		<comments>http://faridaonline.wordpress.com/2011/10/02/jalan-jalan-sesi-ke-2-geng-colut/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Oct 2011 16:48:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jundiumi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faridaonline.wordpress.com/?p=161</guid>
		<description><![CDATA[Kali ini kita jalan ke tempat yang super unik. Berbekal info dari google search, berangkat&#8230;!!! Kampung Bleberan, Playen, Wonosari, Jogja. Awalnya sempat ragu2 karena beberapa teman yang sudah sepakat mau ikut tiba2 cancel ga jadi ikut, dan yang lainnya ragu2 ketika dikonfirmasi. Tapi tekad untuk membuang suntuk sudah bulat, jadi kita tetap berangkat meski awalnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faridaonline.wordpress.com&amp;blog=22379692&amp;post=161&amp;subd=faridaonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kali ini kita jalan ke tempat yang super unik. Berbekal info dari google search, berangkat&#8230;!!! Kampung Bleberan, Playen, Wonosari, Jogja. Awalnya sempat ragu2 karena beberapa teman yang sudah sepakat mau ikut tiba2 cancel ga jadi ikut, dan yang lainnya ragu2 ketika dikonfirmasi. Tapi tekad untuk membuang suntuk sudah bulat, jadi kita tetap berangkat meski awalnya sempat nggak yakin. Apalagi aku sebagai salah satu dari 3orang wanita yang ada, sempat ragu ketika via yang biasanya heboh kalo soal beginian, harus ppl dan malah juga kena insiden ketiban motor dan kesleo kaki segala, ragu2 untuk berangkat. Itu membuat semangat ku jalan2 juga sedikit kendur. Malamnya sempat bingung kalo misalnya harus berangkat sebagai cewek berdua saja, karena pasti kita bakal pulang malam. Namun paginya dapat sms, &#8220;via jadi ikut, nyusul&#8221;. Ye,,,jadi berangkat jalan2&#8230;<br />
<a href="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/09/akhid.jpg"><img src="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/09/akhid.jpg?w=645&#038;h=483" alt="Ni dia ni si asisten supir yang pake dandan segala, musti nunggu lagi dech..." title="akhid" width="645" height="483" class="alignleft medium wp-image-163" /></a><br />
Janjian berangkat jam 10 pagi molor berjam2, sempat membuat ku jengkel dan sebel bukan main. Bahkan sempat berpikir untuk ninggal pulang aja saking gedheg nya. Tapi mikir yang pinjem mobil dan punya ide, kalo ga jadi ikut semua siapa yang bayar sewa. Wkakaka&#8230;syukurin aja biar jadi tukang cuci mobil di rentalannya. Jam 11.25 WIB mobil (yang katanya masih baru dan warna ungu tapi kenyataannya, ehmm,,,baru banget ya, baru dipake 5 tahun. dan warnanya jadi abu2, karena sudah luntur kali ya..) datang, tapi masih juga nungguin si asisten supir (dandan dulu mungkin) cukup lama juga. And than, akhirnya jadi berangkat, bismillah&#8230;semoga air terjunnya nggak lagi kering, batin ku. Hahaha&#8230;<br />
Jalan menuju jogja, lancar. Selanjutnya menuju daerah gunung kidul, mencari2 yang namanya daerah playen dan akhirnya ada papan petunjuk jalan yang membuat kami semua tersenyum sedikit lega. paling nggak agung nggak cuma ngimpi dan merasa dapat wangsit untuk datang ke tempat yang dari namanya saja sudah aneh (hehe&#8230;), desa playen memang ada. Dan setelah bertanya ke beberapa orang di jalan, kami memang menemukan daerah itu. Tapi kawan, kita sempat merasa nggak yakin dengan keberadaan air terjun di daerah yang sepertinya sudah sewindu nggak di guyur hujan itu. Serasa berada di Afrika, saking gersangnya tempat yang bernama desa Playen itu. Ditambah dengan jalan yang nggak layak, semakin tinggi kadar keputus asaan kami, tapi sang pencetus ide merasa yakin seratus persen dengan keberadaan tempat eksotik itu. Ya sudahlah, karena dia yang bisa nyupir mobilnya kita ngikut aja. Niatnya nanti kalo hasilnya tak seperti harapan, kita suruh bayar sendiri aja mobilnya (hehe,,,kejemnya dunia).<br />
Sampai tempat tujuan, waktu bayar karcis, bahkan kita belum yakin dengan keberadaan air terjun itu mengingat dan melihat tempat itu begitu memprihatinkan. Kering. Kita bahkan sempat nanya ke penjaga karcis, &#8220;tapi ada airnya pak?&#8221; (we lha dalah, air terjun kog nggak ada airnya?). dan akhirnya&#8230;.jeng,jeng..wooww&#8230;amazing place, kawan! Nggak nyangka lho, ada air diantara tandusnya desa Bleberan itu.<br />
<a href="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/09/anak2-sana.jpg"><img src="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/09/anak2-sana.jpg?w=645&#038;h=483" alt="anak2 telanjang dada,hehe.." title="anak2 sana" width="645" height="483" class="alignleft size-full wp-image-165" /></a>Disana kita disambut oleh anak2 kampung situ yang sedang ikut bermain air. Anak2 telanjang dada itu dengan celotehnya menyambut kami, girang bukan main ketika kita cepret beberapa kali dengan camdig. Mereka juga sempat kita mintai tolong buat mengambil gambar kami ber tujuh. Dan dengan perahu rakitan yang tersedia, kita diantar menyusuri sungai oyo yang super jernih airnya. Disepanjang jalan menuju air terjun kami begitu menikmati pemandangan yang tersaji indah di dekat kami, lembah hijau yang memanjakan mata, air terjun anakan dimana, lebing batu yang eksotik, hmmm&#8230;cukup untuk membayar pengorbanan untuk perjalanan itu. Tak lupa juga, jiwa narsis kita butuh dipuaskan. Sambil menikmati perjalan menuju air terjun yang tak begitu jauh, beberapa potho untuk mengabadikan moment itu kita ambil buat oleh2.<a href="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/09/bersamo1.jpg"><img src="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/09/bersamo1.jpg?w=645&#038;h=483" alt="Wkakaka..." title="bersamo1" width="645" height="483" class="alignleft size-full wp-image-166" /></a><a href="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/09/bersamo2.jpg"><img src="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/09/bersamo2.jpg?w=645&#038;h=483" alt="" title="bersamo2" width="645" height="483" class="aligncenter size-full wp-image-167" /></a><a href="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/09/without-aniq.jpg"><img src="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/09/without-aniq.jpg?w=645&#038;h=483" alt="" title="without aniq" width="645" height="483" class="alignright size-full wp-image-168" /></a><br />
Ditempat air terjun itu ternyata tak hanya ada 1 air terjun, melainkan ada beberapa. Karena sedang musim kemarau, debit airnya tak terlalu besar namun masih tetap bagus. Tempat indah itu belum terlalu banyak diketahui orang, jadi saat itu juga tak begitu banyak pengunjung meski weekend. Kita serasa berada di kolam pribadi karena sepinya, bebas ngobrol, bebas berceloteh, bebas untuk berenang dan bermain air. Hmm,,,setelah puas foto2, kita pun meninggalkan area air terjun. Karena hari sudah sore dan tak ada yang memakai baju ganti, jadi kami tak terlalu lama di sana. Nyesel juga sih datengnya kesorean, jadi nggak bisa lebih lama lagi bermain2 dengan alam yang masih cling itu. Tapi jadinya kita punya rencana untuk come back next time. Haha&#8230;<br />
<a href="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/09/wow.jpg"><img src="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/09/wow.jpg?w=645&#038;h=483" alt="" title="wow.." width="645" height="483" class="alignleft size-full wp-image-169" /></a><a href="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/09/amazing.jpg"><img src="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/09/amazing.jpg?w=645&#038;h=483" alt="" title="amazing" width="645" height="483" class="aligncenter size-full wp-image-170" /></a><a href="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/09/canyon.jpg"><img src="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/09/canyon.jpg?w=645&#038;h=483" alt="" title="canyon" width="645" height="483" class="alignright size-full wp-image-171" /></a><br />
perjalanan yang sudah sore kita lanjutkan menuju pantai. Kali ini mencari pantai yg belum pernah kita semua (yang ikut) kunjungi. Pilihan jatuh pada pantai Indrayanti. Salah satu dari sekian banyak pantai di gunung kidul. Sampai di pantai sudah hampir magrib dan kebetulan air laut sedang surut sehingga untuk mendekat ke laut mesti melewati hamparan karang yang luas dan terjal, sehingga kita cuma memandangi saja hamparan laut, dan seperti biasa berpoto sejenak. Pantai Indrayanti sudah dikelola menjadi semacam cotage dan penginapan, sehingga yang datang ke sana pun terbatas. Pantainya cukup bersih, batu2 besar terhampar di pantai berpasir putih itu. Serasa berpetualang di negeri laskar pelangi, dan kita pun bermain sebentar di antara batu2 menjulang itu. Udara yang amat dingin dan senja yang kian menggelap memaksa kita untuk segera beranjak pulang.<br />
<a href="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/09/dsc00790.jpg"><img src="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/09/dsc00790.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="DSC00790" width="300" height="225" class="alignleft size-medium wp-image-174" /></a><img src="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/09/dsc00795.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="DSC00795" width="300" height="225" class="aligncenter size-medium wp-image-175" /></a><img src="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/10/dsc00798.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="DSC00798" width="300" height="225" class="alignright size-medium wp-image-176" /></a><br />
Perjalan kali ini kita tutup dengan berpetualang di kota jogja yang penuh sesak karena nampaknya seluruh penduduk jogja keluar malam itu untuk malam mingguan. Niat pertama ingin mencari buku buat skripsinya sang bos, tapi shoping center sudah tutup dan kita malah sempat terjebak di gang malioboro. Tak terlalu lama kemudian, kami lanjutkan perjalanan, kali ini pulang menuju solo. Dan acara kita akhiri dengan makan semangkuk sop iga dan sop buntut di jalanan klaten kota. Hmmm,,,yummy..!!!<br />
Kapan ya next time nya kita colut lagi? hahaha&#8230;.<br />
 <a href="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/10/dsc00813.jpg"><img src="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/10/dsc00813.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="DSC00813" width="300" height="225" class="alignleft size-medium wp-image-177" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faridaonline.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faridaonline.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faridaonline.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faridaonline.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/faridaonline.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/faridaonline.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/faridaonline.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/faridaonline.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faridaonline.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faridaonline.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faridaonline.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faridaonline.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faridaonline.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faridaonline.wordpress.com/161/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faridaonline.wordpress.com&amp;blog=22379692&amp;post=161&amp;subd=faridaonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faridaonline.wordpress.com/2011/10/02/jalan-jalan-sesi-ke-2-geng-colut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b6b09255787f545ee42c11d9ad198cd9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jundiumi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/09/akhid.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">akhid</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/09/anak2-sana.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">anak2 sana</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/09/bersamo1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bersamo1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/09/bersamo2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bersamo2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/09/without-aniq.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">without aniq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/09/wow.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">wow..</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/09/amazing.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">amazing</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/09/canyon.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">canyon</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/09/dsc00790.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">DSC00790</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/09/dsc00795.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">DSC00795</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/10/dsc00798.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">DSC00798</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/10/dsc00813.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">DSC00813</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gething Nyanding</title>
		<link>http://faridaonline.wordpress.com/2011/08/24/gething-nyanding/</link>
		<comments>http://faridaonline.wordpress.com/2011/08/24/gething-nyanding/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Aug 2011 06:09:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jundiumi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faridaonline.wordpress.com/?p=145</guid>
		<description><![CDATA[Whahaha&#8230;jargon yang aneh tapi nyata. Entah kenapa aku merasa begitu juga yang terjadi pada diri ku saat ini. Lima tahun yang lalu aku menolak jogja sebagai tempat ku menempuh studi dan menempa diri, dengan berbagai alasan akhirnya aku angkat kaki dari kota pelajar itu. Namun sekarang kawan, di akhir masa studi S1 ku, aku harus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faridaonline.wordpress.com&amp;blog=22379692&amp;post=145&amp;subd=faridaonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/08/toga1.jpg"><img src="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/08/toga1.jpg?w=645" alt="" title="toga"   class="alignleft size-full wp-image-153" /></a>Whahaha&#8230;jargon yang aneh tapi nyata. Entah kenapa aku merasa begitu juga yang terjadi pada diri ku saat ini. Lima tahun yang lalu aku menolak jogja sebagai tempat ku menempuh studi dan menempa diri, dengan berbagai alasan akhirnya aku angkat kaki dari kota pelajar itu. Namun sekarang kawan, di akhir masa studi S1 ku, aku harus akrab dengan tempat yang di kenal juga dengan kota gudeg itu. Mulai dari hunting buku, berburu nilai, mencari skala milik ahlinya, dan mungkin masih banyak lagi hal yang akan memaksa ku untuk mondar-mandir ke kota sebelah. Terbukti sudah filosofi &#8220;gething nyanding&#8221; itu pada hidup ku.<br />
Cerita kedua, aku begitu tak suka dengan angka dan matematika. Tapi teman, apa yang terjadi sekarang? aku malah masuk ke sarang lebah, dengan konyolnya. Olah data statistik. Oh..kalau sudah banyak kerjaan, mata ku bisa bergambarkan angka, kadang2 tidur pun dihiasi deretan angka yang tak jelas. Kata prof kum, itu adalah sampah otak. Wekekekek&#8230;bener juga sih, karena angka2 itu tak akan hilang dalam hitungan jam di memori otak ku, berderet-deret, berganti-ganti, dan kebanyakan adalah angka 3. Dan anehnya setiap menjabat suatu posisi di organisasi, tahun pertama ku selalu aku menjadi seorang bendahara macam M.Nazarudin. Selalu dan selalu begitu. Mungkinkah wajah ku bertipe2 tukang kredit? atau malah orang2 mempersepsi ku mirip si nazar? hah&#8230;naudzubillah&#8230;meski akhirnya aku menyadari, selalu ada hikmahnya (cie,cie..). Dulu aku yang buta tentang excel, sekarang wuih&#8230;itungan model apapun (kecuali yang aku ga bisa), bisa ku operasikan dengan program canggihnya office itu. Hmm,,lumayanlah, kursus pada kehidupan, trial n error. Hagagaga&#8230;<br />
<a href="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/08/pak-guru1.jpg"><img src="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/08/pak-guru1.jpg?w=645" alt="" title="pak guru"   class="alignleft size-full wp-image-154" /></a>Selanjutnya tentang menjadi pendidik. Ibu ku yang jiwanya adalah seorang pendidik sejati, mengarahkan ku untuk menjadi seorang pendidik juga. Dan kawan, aku menolak mentah2 saran ibu ku untuk masuk FKIP, karena aku ga mau jadi pendidik, &#8220;guru tu profesi yang nggak keren, gajinya dikit&#8221; begitu komentar ku saat itu, yang juga diamini oleh ketiga abang ku yang juga sama2 menjadi pemberontak macam diri ku. Kalo mereka bertiga memilih jurusan teknik listrik (elektro), aku pilih psikologi. Tapi taukah kawan ku, kami semua kualat pada ibu. Selama berkiprah di dunia freelands, hampir bisa dipastikan tawaran kerja yang disodorkan pada ku adalah bidang pendidikan, kalo pun ikut ngetes ya hampir bisa dipastikan ngetes pelajar, belum pernah ngetes karyawan. Kecintaan ku pada anak2 juga membuat profesi sebagai pendidik begitu dekat dan bersahabat dengan ku. Dan yang lebih parah lagi, salah satu kakak ku sekarang malah jadi dosen. kedua kakak ku yang lain masih militan dengan prinsipnya, namun bidang kerja mereka juga tak jauh2 dari dunia pendidikan, meski pekerjaan utamanya adalah event organizer, tour and travels, tapi sebagian besar customer mereka adalah instansi pendidikan. Mau tidak mau mereka harus merancang acara tour yang isinya mendidik juga. Ealah&#8230;.<br />
Makanya kawan, jangan coba2 untuk membenci sesuatu jika kamu tak ingin mencintainya. Susah kalo sudah ngomongin hati, karena ia sulit diatur. Kalo sudah membenci, maka sampe pingsan pun inget sama yang dibenci, ujung2nya karena saking seringnya mengingat malah jadi suka dech. Waa,,kalo sudah begitu, no coment dech. salah satu firman Allah berbunyi &#8220;boleh jadi kamu amat membenci sesuatu padahal itu baik bagi mu, dan&#8230;&#8230;&#8221; (cuma itu yang aku inget, hehehe&#8230;). Jadi kenapa kita diajarkan untuk tidak membenci? karena akibatnya fatal prent&#8230;karena kata bang jeck, benci dan cinta itu bedanya tipis. So, kalo kita dibenci jangan kawatir dan risau juga man..doain aja dia jadi jatuh cinta sama kita, beres kan? kan doa orang yang terdzolimi itu makbul?<br />
Menyoal masalah cinta (cie,,ini serius!!), teringat dengan salah seorang sahabat yang baru saja meninggalkan kamar ku (pulang). Dia bercerita sedikit tentang &#8220;mas&#8221;nya (baca: pacar). Tentang laki2 asing yang kemudian jadi tak asing itu, karena ia lebih dekat ketimbang saudara atau orangtuanya. setiap insan yang normal pasti pernah mencintai dan pernah memiliki pujaan hati. Aku tercekat ketika menanyakan &#8220;kapan diresmikan?&#8221; dengan senyuman malu2 ia menjawab &#8220;masih banyak hal lain da..masih ada adek, kuliah, karier, amanah&#8221;. Kalo mau dituruti memang manusia itu serakah, kalo boleh minta pasti ia akan minta umur sejuta tahun. Amanah dan cita2 tak akan pernah ada habisnya, ketika masih bernapas maka aneh jika seseorang tak memiliki cita2. Aku bilang &#8220;niatkan semua karena Allah, kita akan tetap bisa menebar manfaat meski sudah menikah. ibarat lidi, jika hanya satu manfaatnya hanya kecil, namun setelah dihimpun menjadi satu ia akan lebih bermaslahat. jadi, niatkan ketika sudah menikah pun kita akan tetap malah lebih berbakti pada orangtua, tetap berbagi dengan saudara, tetap bermanfaat buat orang di sekitar kita, tetap semangat menggapai cita2, malah nilainya lebih mulia, karena separuh dien kita telah sempurna&#8221;. hahay&#8230;super sekali diri ku malam itu&#8230;^___^,,,</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faridaonline.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faridaonline.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faridaonline.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faridaonline.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/faridaonline.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/faridaonline.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/faridaonline.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/faridaonline.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faridaonline.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faridaonline.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faridaonline.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faridaonline.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faridaonline.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faridaonline.wordpress.com/145/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faridaonline.wordpress.com&amp;blog=22379692&amp;post=145&amp;subd=faridaonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faridaonline.wordpress.com/2011/08/24/gething-nyanding/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b6b09255787f545ee42c11d9ad198cd9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jundiumi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/08/toga1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">toga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/08/pak-guru1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pak guru</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Indonesia,,indonesia,,aku cinta&#8230;.!!!!</title>
		<link>http://faridaonline.wordpress.com/2011/08/18/indonesiaindonesiaaku-cinta/</link>
		<comments>http://faridaonline.wordpress.com/2011/08/18/indonesiaindonesiaaku-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Aug 2011 14:30:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jundiumi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dailiy Need]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faridaonline.wordpress.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[Gegap gempita pecinta bola, menyaksikan tim kesayangan berlaga di lapangan hijau. Stadion Manahan Solo. Ramenya sampai terasa dari sini (lebay.com). Atmosfer cinta tanah air, begitu kental terasa. Teringat kembali dengan novel terbaru bang ikal, akupun tak mau kalah menyuarakan kekaguman ku pada bola dan antek-anteknya. Tentang sorak sorai kegembiraan, tentang antrian beli karcis yang diwarnai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faridaonline.wordpress.com&amp;blog=22379692&amp;post=134&amp;subd=faridaonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/08/pasoe.jpg"><img src="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/08/pasoe.jpg?w=645" alt="" title="pasoe"   class="alignleft size-full wp-image-135" /></a>Gegap gempita pecinta bola, menyaksikan tim kesayangan berlaga di lapangan hijau. Stadion Manahan Solo. Ramenya sampai terasa dari sini (lebay.com). Atmosfer cinta tanah air, begitu kental terasa. Teringat kembali dengan novel terbaru bang ikal, akupun tak mau kalah menyuarakan kekaguman ku pada bola dan antek-anteknya. Tentang sorak sorai kegembiraan, tentang antrian beli karcis yang diwarnai calo (katanya), tentang terompet dan mercon yang turut bersuara, tentang barisan manusia berkostum merah menyala, yang ribuan jumlahnya, tentang..semuanya. Meski tak melihat pertandingan itu, namun aku bisa mengerti bagaimana bangganya menjadi pecinta bola, yang juga berarti mencintai negara ini. Tak peduli gimana carut marutnya negeri ini, tak peduli dengan nazarudin yang dikabarkan berita tiba2 bungkam, dan segudang masalah negeri ini tak lagi dipedulikan oleh rakyat pecinta bola, yang mati-matian membela timnas, meski hampir bisa dipastikan tim tercinta kita kalah. Namun harapan itu terus membara, kekal, seperti kekalnya api neraka (ngaco.com) yang berulang lagi, lagi dan lagi setiap kali di nyanyikan lagu indonesia raya sebelum pertandingan dimulai.<br />
<a href="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/08/hmm.jpg"><img src="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/08/hmm.jpg?w=645" alt="" title="hmm"   class="aligncenter size-full wp-image-136" /></a>Para juara di luar lapangan, juara tribin yang dengan rela meneriakkan semangat untuk timnas indonesia. Mereka adalah para suporter bola, para pecinta bola, baik yang datang ke stadion maupun yang menyaksikan dari layar kaca di rumah atau di tempat2 nonton bareng. Ada yang rela menunda sholat tarawih berjamaah, menunda berbuka puasa dengan hidangan lengkap, menunda mandi sore, hingga menunda pekerjaan kantor, demi dapat melihat tim kebanggaanya. Padahal ini baru pertandingan persiapan pra piala dunia, lalu apa jadinya nanti kalo sudah benar2 masuk pertandingan dengan negara lain? Salut buat para pecinta bola.<br />
Memang dimana-mana yang namanya sepak bola adalah sebuah pemersatu. Permainan yang bernilai kompetisi, namun mengandung nilai persatuan yang amat misterius. Tidak lagi memandang apakah kulitnya warna-warni, mukanya berbeda bentuk, rambutnya lurus, kriting, atau krebo, pake sendal jepit atau sepatu bersemir mengkilat, tunggangannya mobil, kuda atau kereta, semuanya duduk sejajar dalam satu bak besar bernama stadion yang merupakan penampungan manusia penggila bola. Itulah sepak bola kawan&#8230;eksotik, penuh pesona, dan milik semua kalangan. Universal.<a href="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/08/sippp2.jpg"><img src="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/08/sippp2.jpg?w=645" alt="" title="sippp"   class="alignleft size-full wp-image-143" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faridaonline.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faridaonline.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faridaonline.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faridaonline.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/faridaonline.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/faridaonline.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/faridaonline.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/faridaonline.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faridaonline.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faridaonline.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faridaonline.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faridaonline.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faridaonline.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faridaonline.wordpress.com/134/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faridaonline.wordpress.com&amp;blog=22379692&amp;post=134&amp;subd=faridaonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faridaonline.wordpress.com/2011/08/18/indonesiaindonesiaaku-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b6b09255787f545ee42c11d9ad198cd9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jundiumi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/08/pasoe.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pasoe</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/08/hmm.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">hmm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/08/sippp2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sippp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bersyukur</title>
		<link>http://faridaonline.wordpress.com/2011/08/17/bersyukur/</link>
		<comments>http://faridaonline.wordpress.com/2011/08/17/bersyukur/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Aug 2011 15:36:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jundiumi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruwet]]></category>
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faridaonline.wordpress.com/?p=131</guid>
		<description><![CDATA[Hhhh&#8230;ga terasa 17 agustus lagi. Kali ini pastinya nggak rame panjat pinang dan kawan2nya, karena kebetulan pas lagi bulan romadhon. Libur ku kali ini tak terasa seperti liburan, tetap di tempat aktifitas, di kota solo tercinta. Mengerjakan proyek skripsi yang entah kapan kelarnya. Niatnya aku ingin mengejar ketertinggalan ku dari teman sejawat ku, karena ia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faridaonline.wordpress.com&amp;blog=22379692&amp;post=131&amp;subd=faridaonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hhhh&#8230;ga terasa 17 agustus lagi. Kali ini pastinya nggak rame panjat pinang dan kawan2nya, karena kebetulan pas lagi bulan romadhon. Libur ku kali ini tak terasa seperti liburan, tetap di tempat aktifitas, di kota solo tercinta. Mengerjakan proyek skripsi yang entah kapan kelarnya. Niatnya aku ingin mengejar ketertinggalan ku dari teman sejawat ku, karena ia sudah mengembalikan revisian ke pembimbing dan penguji. kali ini aku kalah darinya, karena aku masih ribet dengan penulisan teori dan bingung dengan latar belakang. Susah juga ternyata, hoaahem&#8230;dan akhir2 ini tubuh ku tak mau diajak kompromi untuk lebih lama terjaga daripada terlelap. aku kepengen makan mie rebus dari entah kapan belum juga terpenuhi, puasa membuat perut ku mengkerut, tak lagi bisa diisi seperti saat kondisi normal. minum segelas air dan makan beberapa potong kue sudah harus segera di keluarkan. hehehe (kali ini agak jorok..)<br />
Tiba2 aku merasa begitu dekat dengan kehidupan alam baka. Ya Allah, betapa sering aku merasa kalo nyawa ini sepenuhnya milik ku, dan aku bebas menentukan berapa lama umur ku. Padahal Ternyata tak seperti itu. Aku dan manusia semuanya hanya mahluk lemah, kapan pun Allah berhak mengambil ruh yang diletakkan di dalam seongok daging hidup bernama jasad ini. Bencana berupa penyakit, kecelakaan, musibah alam, dan lainnya dengan tanpa diduga dapat menimpa siapapun. Tak disangka2 dan tak terprediksi, apa2 yang berada di luar kendali kita begitu banyak dan lebih berkuasa dari diri kita sendiri. Pantaslah jika tiba2 aku pun ingin merasa kalo seolah2 ini adalah romadhon terakhir ku. Aku ingin bulan suci yang sempa ku lewati kali ini dapat ku gunakan dengan maksimmal untuk memperbaiki diri. Meski takut juga membayangkan seandainya Allah menjemput ajal ku tiba2, namun tak ada yang patut kita takuti kecuali kemurkaan Allah. Dimanapun tempatnya, di mana pun alamnya, apapun kedudukan kita disana, yang mutlak menjadi status kita adalah hambaNya. Yach, kita adalah hamba Allah yang tak akan pernah bisa digugurkan oleh apapun. Maka akupun ingin jadi hamba yang terbaik, yang sudah menikmati indah hidayahNya, yang telah menjalankan semuaaaaaa kewajiban ku terhadapNya. Namun, aku ingin menikah dulu sebelum kembali pulang ke kampung akhirat, hik,hik&#8230;aku nggak mau menjadi seburuk2 mayat, karena seburuk2 mayat adalah yang meninggal dalam keadaan membujang.<br />
jika boleh planing, aku ingin lulus S1 (insyaallah tahun ini), dan ingin menikah, dan kalo boleh diberi kesempatan menjadi ibu sebelum akhirnya Allah memanggil ku pulang. Setinggi2nya aku bercita2, sehebat2nya aku menjalani dunia karier, sebesar2nya mimpi yang ingin ku capai, aku tak pernah mengingkari kodrat ku sebagai wanita yang merupakan ibu bagi dunia dan tentu saja istri dari seorang laki2, bukan banyak atau beberapa laki2. Itulah hal yang tak akan pernah dapat dipungkiri bahwa kita wanita adalah mahluk yang dipimpin oleh seorang seorang laki2, maka harus kita hormati setiap laki2 yang ada di dunia. Meski tak tersedia hari ayah, namun terimakasih pada para laki2 yang telah memimpin dunia, harus kita ucapkan.<br />
intinya aku bersyukur diberi kehidupan hingga detik ini, dilimpahi kesehatan,riski dan segala hal yang tak bisa ku sebut satu2. Terimakasih Allah, terimakasih ibu, terimakasih bapak, sudara semua, dan kawan2 semua. Sori beberapa hari ini dan kedepan mungkin aku tak akan bisa di hubungi karena HP ku yang cuma satu2nya harus opname karena kondisinya sedang tak sehat.<br />
satu kalimat indah : Merdeka adalah ketika kita telah terbebas dari jajahan nafsu kita serta apapun yang meresahkan kita. hahaha&#8230;.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faridaonline.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faridaonline.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faridaonline.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faridaonline.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/faridaonline.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/faridaonline.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/faridaonline.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/faridaonline.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faridaonline.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faridaonline.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faridaonline.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faridaonline.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faridaonline.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faridaonline.wordpress.com/131/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faridaonline.wordpress.com&amp;blog=22379692&amp;post=131&amp;subd=faridaonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faridaonline.wordpress.com/2011/08/17/bersyukur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b6b09255787f545ee42c11d9ad198cd9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jundiumi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tentang Hari ini: Birokrasinya Negara Kita</title>
		<link>http://faridaonline.wordpress.com/2011/08/15/tentang-hari-ini-birokrasinya-negara-kita/</link>
		<comments>http://faridaonline.wordpress.com/2011/08/15/tentang-hari-ini-birokrasinya-negara-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Aug 2011 07:40:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jundiumi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faridaonline.wordpress.com/?p=126</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini, wow&#8230;cukup menguras energi. Sebenarnya sudah dimulai dari sabtu, hari ku begitu penuh cerita. Lucu-lucu konyol. Hari sabtu pulang sekitar jam 3an, melihat dompet yg kosong aku berniat mampir ke ATM ambil uang. Sedikit kaget, kartu ATM ku tak terlihat di dompet. Menimbang waktu yang sudah menjelang ashar, aku pun mengurungkan niat ku untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faridaonline.wordpress.com&amp;blog=22379692&amp;post=126&amp;subd=faridaonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/08/tilang.jpg"><img src="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/08/tilang.jpg?w=645" alt="" title="tilang"   class="alignleft size-full wp-image-128" /></a>Hari ini, wow&#8230;cukup menguras energi. Sebenarnya sudah dimulai dari sabtu, hari ku begitu penuh cerita. Lucu-lucu konyol. Hari sabtu pulang sekitar jam 3an, melihat dompet yg kosong aku berniat mampir ke ATM ambil uang. Sedikit kaget, kartu ATM ku tak terlihat di dompet. Menimbang waktu yang sudah menjelang ashar, aku pun mengurungkan niat ku untuk membongkar tas mencari kartu ATM yang entah dimana itu. Pikir ku paling terselip ditas. Perjalanan lanjut untuk pulang ke rumah, tapi motor ku terasa aneh, aku berhenti sejenak mengecek ban. Ternyata bocor. Melihat tukang tambal ban, aku langsung menepi menujunya. Disana si tukang tambal ban mengatakan kalo ban ku ban tubles (dan aku baru tahu apa itu ban tubles dari si bapak), dan tak punya alat untuk menambalnya. Lalu aku meminta untuk menambah angin ban ku, agar setidaknya aku bisa muter2 mencari tukang tambal ban lainnya. sepanjang perjalanan ku, aku tak yakin ada yang bisa menambal ban ku yang katanya jenis teletubies. Akhirnya ku putuskan untuk ngebut saja biar segera sampai di rumah. Misi ku berhasil, tak sampai setengah jam aku sudah di rumah dan hingga sampai rumah ban ku masih aman.<br />
Di rumah, setelah solat ashar aku kembali teringat dengan kartu ATM ku. Setelah ku cek, ku acak2 isi tas ku, ternyata memang tak ada. Aku menelpon beberapa teman, lalu teringat untuk pake layanan call center ke bank guna memblokir sementara akses ATM ku. Nasib, belum kelar urusan, hp ku sudah tak menyisakan pulsa. Sms temen untuk mengirim pulsa gagal, pulsa di hp ibu ku juga limit, akhirnya ku putuskan berhenti. Insyaallah kalo memang masih rejeki, tak akan kemana.<br />
Hari minggu ku lewati dengan tenang, selain hp ku tak berpulsa, ia juga sedang kritis kondisinya, jadi ku matikan saja. Rencana nganter ibu belanja juga tak kesampaian karena motor ku masih bocor. Aku baru sadar, kenapa aku membawa masalah ke rumah, padahal di rumah tak ada orang lain yang bisa ku andalkan bahkan untuk urusan motor. Aku makin terjebak, karena di sekitar rumah jarang ada bengkel apalagi yang melayani tambal ban teletubies ku. Seharian rasanya benar2 liburan, aku tak keluar kemana-mana, bahkan bertemu sang surya pun tidak. Hahaha&#8230;<br />
Tadi pagi baru aku merasakan dampaknya. Pagi2 aku sudah sibuk mencoba-coba memompa dengan pompa angin manual yang ada di rumah. Tadinya mengandalkan om, ternyata si om sudah lebih dahulu meninggalkan rumah sebelum sempat ku mintai tolong. Terpaksa ku lakukan sendiri, dan aku baru sadar ternyata aku bisa melakukannya. Yeee!!!!^_^,,<br />
Untuk tes seberapa ban bocor itu bisa bertahan, aku mengantar ibu ke kantor. Baru setengah perjalanan aku memutuskan untuk cek ulang, ternyata benar sudah kempis lagi. Aku jadi tahu perkiraan dimana nanti aku akan menambalnya. Setelah mandi dan rapi, aku harus memompa lagi motor ku. Lalu tancap gas tanpa basa basi. Di jalan alhamdulillah ada bengkel besar, tapi sayang tak ada layanan tambal ban tubles, namun si tukang bengkel memberi saran untuk diganti ban biasa aja, biar nggak menyusahkan. Aku setuju idenya. Lumayan lama menunggu ban diganti, tapi aku enjoy aja sambil ngobrol2 dengan si bapak bengkel.<br />
Setelah acara ganti ban selesai aku langsung meluncur, mengingat jam sudah menunjukkan angka 9. Baru jalan kira2 1km, ketemu segerombolan orang berseragam ijo cerah. Ada razia SIM dan STNK. Apes! Aku nggak pegang SIM sudah setahun lebih. Tapi santai saja aku mendekati polisi yang memegang STNK ku. Tanpa basa basi dia bilang &#8220;tiga puluh ribu&#8221;, aku bingung. Aku yang bingung dengan maksud si polisi itu diam saja, berdiri di sampingnya, sementara yang lain silih berganti menyodorkan uang sebesar nominal yang diucapkan pak polisi itu. Lama2 pak polisi sadar kalo aku sudah berdiri lama di sampingnya yang sibuk entahlah. Dia bertanya &#8220;gimana mbak?&#8221;, aku makin bingung lalu bertanya&#8221; gimana apanya pak? saya harus ngapain?&#8221;. Nampaknya bapak itu malu mengucapkan nominal untuk yang kedua kalinya kepada ku. Dia pun bertanya &#8220;mbak maunya gimana?&#8221;. Aku semakin bingung, lalu aku tanya &#8220;emang biasanya prosedurnya gimana pak?&#8221;. Tanpa ragu aku menanyakan itu, rupanya kebodohan ku menyinggung si bapak. Dengan sedikit menggertak dan menakut-nakuti bapak itu bilang, &#8220;kalo sidang dendanya lebih besar dari ini&#8221;. Owalah,,aku baru ngeh, ternyata 30ribu itu denda yang harus ku bayar ke bapak polisi berseragam itu. Aku bilang saja padanya &#8220;saya mau sidang saja pak? kapan saya harus sidang?&#8221;. tanya ku. &#8220;kalo sidang repot mbak dendanya juga lebih besar dari ini, ya sudah 20rb saja bwt kamu&#8221; katanya. Walah2&#8230;penegak hukum macam apa ini? Denda kok ditawar2. Aneh.<br />
Setelah lolos dari (maaf)preman berseragam itu, aku langsung ngebut lagi meneruskan misi untuk segera ke bank konfirmsi tentang kehilangan kartu Atm itu.<br />
<a href="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/08/eyang.jpg"><img src="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/08/eyang.jpg?w=645" alt="" title="eyang"   class="alignright size-full wp-image-129" /></a>Setelah duduk di kampus ku yang sejuk, aku teringat lagi peristiwa tilang menilang yang tadi ku alami. Diantara banyak orang yang kena tilang, ada satu kasus yang menarik perhatian ku dan mengundang miris di hati ku tentang birokrasi negara ini. Betapa para penegak hukum kita itu berjiwa preman, pemeras, dan (maaf) kadang2 tak lebih mulia dari pengamen. Ada seorang bapak tua, usianya kemungkinan sudah lebih dari 65 tahun, dengan sepeda motor bututnya terkena tilang karena orang yang dibonceng dibelakang tidak memakain helm. Bapak itu mendekat ke polisi penyebut nominal tadi, dengan membawa derigent minyak. Nampaknya si bapak bermaksud akan membeli bahan bakar untuk mengairi sawahnya (karena yang ku lihat orang yang diboncengnya memakai caping sawah). Si bapak menyodorkan uang 10ribu, tapi polisi menolak dan sekali lagi menakut2i si bapak tua dengan kata2 sidang dan lain sebagainya. Aku mengamati kejadian itu, melihat bagaimana ekspresi wajah terdholimi oleh kekuasaan itu, juga tentang wajah tanpa dosa pak polisi yang tak kenal kata empati itu. Akhirnya si bapak tua itu memberikan uangnya (yang mungkin akan dipakai untuk membeli bahan bakar) dan berbalik ke arah, tak jadi meneruskan perjalanannya.<br />
Begini ini ya ternyata sistem hukum di negara kita. Para pengendara sepeda motor di kampung yang mengendarai motornya dengan kecepatan tak sampai 30km/jam, karena kebutuhan untuk menyapa tetangga yang ditemuinya di jalan, karena mereka tak buru2 dikejar waktu seperti orang kota, karena mereka menghormati pengendara lain di jalan, harus sering kena denda karena kesalahan2 yang dibuat2 oleh para penegak hukum. Lebih dari itu, mereka yang tak tahu menahu perkara sidang, dan teman2nya, hanya takut dengan yang namanya bui, menjadi begitu trauma dengan yang namanya pengadilan, kepolisian, dan antek nya. Dengan keterbatasan itu mereka sering diancam dengan mudah oleh para preman berseragam (seperti kasus diatas). Sedang mereka yang diatas (penguasa dan orang2 kota yang kaya) dengan mudah menyerahkan perkara2 hukum yang mereka langgar ke orang lain, karena mereka memiliki uang dan uang bukan masalah buat mereka. Hukum di negara kita bisa dibeli, jadi orang2 yang tak punya uang, dengan kesalahan yang tak jelas pun harus sering kena peras dan tak jarang tinggal di bui. sedang yang beruang, sebaliknya. Hukum seperti main2 saja buat mereka, hanya sekedar lelucon yang dinikmati dengan sejumlah nominal uang.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faridaonline.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faridaonline.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faridaonline.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faridaonline.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/faridaonline.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/faridaonline.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/faridaonline.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/faridaonline.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faridaonline.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faridaonline.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faridaonline.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faridaonline.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faridaonline.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faridaonline.wordpress.com/126/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faridaonline.wordpress.com&amp;blog=22379692&amp;post=126&amp;subd=faridaonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faridaonline.wordpress.com/2011/08/15/tentang-hari-ini-birokrasinya-negara-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b6b09255787f545ee42c11d9ad198cd9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jundiumi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/08/tilang.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tilang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://faridaonline.files.wordpress.com/2011/08/eyang.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">eyang</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
